Tyas Kitchen

Kuliner Khas Bugis : Barongko

Maa syaa Allah, saya sangat bahagia Indonesia memiliki kekayaan masakan khas Nusantara yang beraneka ragam. Terlebih, saya hobi makan dan mencicipi kuliner tradisional. Bersyukur, saya menikah dengan orang Bugis yang lahir dan besar di Palembang. Sehingga, semakin banyak menu dari dua daerah tersebut yang bisa saya nikmati di Meja Makan Mertua. 😂 Alhamdulillah banget Yaa Allah, Mamah Mertua masakannya enak-enak!

Nah, salah satu kuliner khas Bugis yang paling saya sukai adalah Barongko. Saya penggemar berat buah Pisang. Jadi, kalo ada makanan berbahan dasar pisang, pasti saya cicipi. Pertama kali saya makan Barongko, ya di rumah Mertua. Langsung habis beberapa bungkus!

Barongko, adalah makanan berbahan dasar Pisang Kepok yang dihaluskan bersama dengan santan dan telur. Kemudian, dibungkus daun pisang dan dikukus. Sekilas, mirip dengan Nagasari yang sering kita temui di Jawa, namun sebenarnya sangat berbeda. Nagasari, berbahan dasar tepung beras, dan pisangnya tidak dihaluskan, tetapi diiris serong dan diselipkan di tengah adonan.

Dari segi rasa, Barongko sangat manis dan agak kesat. Namun lembuuut di mulut. Kata teman saya, yang kebetulan orang Bugis Makassar, Barongko yang enak dan ‘jadi’ adalah yang berair. Airnya benar-benar lezat ketika disesap, terlebih jika dingin baru dikeluarkan dari kulkas. Mantap Betuuul.. 😍

Saya pernah membuat Barongko dua kali. Kali pertama, kurang pas rasanya. Kata teman, kurang berair. Percobaan kedua, udah berair dan pas rasanya. Tapi karena saya pake essens Pisang kebanyakan, aromanya sangat tajam. Suami nggak suka. 😭 Saya juga nggak kuat makannya. Hiks. Nah, ini percobaan ketiga, Maa syaa Allah.. Jadiii.. dan rasanya sangat enak, sesuai ekspektasi! Alhamdulillah.

Tapi, kemarin pas beli Pisang, miss komunikasi dengan Suami. Saya nggak bilang kalo mau bikin Barongko, jadi deh dibelikan pisang biasa (nggak tau namanya) yang lembut dan emang untuk dimakan langsung, bukan buat diolah.

Yowes, saya tunggu beberapa hari sampai pisangnya sangat matang, baru deh hari ini bisa dieksekusi. Oh ya, biasanya, Mamah Mertua membuat Barongko dengan SKM, tapi saya skip. Ganti gula pasir saja, karena di rumah nggak ada SKM. Kemudian, Mamah Mertua tidak menggunakan blender untuk menghaluskan pisang. Tapi pisang ditumbuk manual dengan batang daun pisang. Beliau cermat menghilangkan hitam-hitam di tengah pisang, kalo saya engga. Wkwkwk *plakk 😂 tapi, resep Barongko kali ini, dijamin maknyuss In syaa Allah. Yuk langsung eksekusi!

Barongko

Bahan :

8 buah Pisang (Baiknya pisang kepok)
6 sdm Gula Pasir
2 butir Telur (ukuran kecil)
1 bungkus Santan Instan (65 ml)
110 ml Air

Pelengkap :

Daun Pisang
Lidi

Cara Membuat :

1. Kupas pisang, buang biji-biji hitamnya
2. Masukkan pisang dan semua bahan ke dalam blender
3. Haluskan. Colek sedikit dan cicipi rasanya, jika sudah pas, siapkan daun pisang
4. Daun pisang dilayukan di atas kompor dengan api kecil, agar tidak mudah robek ketika diisi adonan
5. Ambil daun pisang, dan masukkan beberapa sendok adonan di atasnya. Semat dengan lidi.
6. Setelah semua adonan terbungkus, kukus hingga matang (10-20 menit)
7. Angkat, tiriskan. Jika sudah tidak beruap, simpan di dalam kulkas.
8. Sajikan ketika dingin

Mudah kan? Maa syaa Allah.. Semoga bermanfaat ya!

Sulistiyoningtyas, Yogyakarta, 16 Juli 2019

2 thoughts on “Kuliner Khas Bugis : Barongko”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.